You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pasar Murah di Benhil Diserbu Warga
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Keluarga Penerima KJP Bersyukur Ada Pasar Murah Jelang Lebaran

Keluarga penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, merasa bersyukur dengan adanya pasar murah yang diprakarsai Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) setempat.

Ini sangat meringankan beban warga kurang mampu seperti saya

Suwanda (48), warga RT 05/07 yang merupakan keluarga penerima KJP menuturkan, kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Saya sangat bersyukur ada pasar murah jelang Lebaran. Ini sangat meringankan beban warga seperti saya," kata Suwanda, Kamis (22/6).

Plt Gubernur: Harga Bahan Pokok Masih Stabil

Sementara, Lurah Benhil, Gatra mengatakan, sasaran utama dari pasar murah ini adalah warga pemegang KJP, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta pekerja harian lepas (PHL).

"Pembayaran transaksi menggunakan sistem autodebet Bank DKI," katanya.

Ia menambahkan, dalam pasar murah ini dijual paket sembako seharga Rp 85.000 yang terdiri dua liter minyak goreng, kecap, dua kilogram gula, terigu, sarden, lima kilogram beras serta lima bungkus mie instan.

"Dalam berapa jam saja, puluhan paket murah habis dibeli oleh ratusan warga yang antre sejak pagi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye944 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye925 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye844 personBudhi Firmansyah Surapati